Inflasi
Menurut Boediono
Inflasi adalah suatu kecenderungan mengenai harga-harga agar naik secara
umum dan secara terus-menerus. Keadaan ketika harga dari satu atau
beberapa barang naik, maka itu bukanlah dapat dikatakan sebagai inflasi. Namun,
jika harga barang yang naik tersebut meluas dan menyebabkan naiknya sebagian
besar dari barang-barang lainnya itulah yang dinamakan dengan inflasi.
Menurut Winardi
Menurut Winardi, pengertian inflasi adalah suatu periode
pada masa tertentu, dimana terjadi penurunan kekuatan dalam membeli terhadap
kesatuan moneter. Inflasi dapat timbul apabila nilai uang yang didepositokan
beredar lebih banyak dibandingkan atas jumlah barang atau pun jasa yang
ditawarkan.
Revaluasi
Adalah meningkatnya nilai mata
uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika
hal tersebut terjadi, maka pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang
dalam negeri tetap stabil. Istilah revaluasi lebih sering dikaitkan dengan
meningkatnya nilai uang suatu negara terhadap nilai mata uang asing. Revaluasi
juga merujuk kepada kebijakan pemerintah.
Devisa Umum
Devisa umum merupakaan suatu devisa
yang berasal dari sumber lain (selain kredit) dan dapat diperoleh tanpa adanya kewajiban untuk mengembalikannya.
Contoh, ekspor, penyelenggaraan jasa serta
juga penerimaan bunga modal.
Valuta Asing
“Apakah Inflasi selalu merugikan?”
Menurut saya
inflasi tidak selalu merugikan. Karena inflasi memiliki dampak positifnya juga.
Tergantung dengan kondisi yang ada, parah atau tidak. Jika inflasi itu ringan,
maka dapat memiliki pengaruh positif yang dapat mendorong perekonomian
Indonesia menjadi lebih baik lagi. Seperti, dapat meningkatkan pendapatan, dan
mendorong orang untuk berinvestasi dan menabung. Namun, ketika inflasi itu
parah seperti, tidak terkendalinya keadaan perekonomian yang menjadi terus menerus
dan perekonomian menjadi kacau.
Menurunnya pendapatan, dan uang menjadi tidak
ada nilainya.
Untuk sebagian
orang yang memiliki pendapatan tetap, inflasi akan berpengaruh/akan sangat
merugikan. Karena dengan penghasilan yang tetap itu, mereka mendapatkan barang
dan jasa lebih sedikit dari biasanya. Yang merasa dirugikan selain pengusaha
adalah para konsumen. Karena konsumen harus membayar lebih mahal dan barang
yang diperoleh akan menjadi lebih sedikit. Tapi jika bagi orang yang memiliki pendapatan
berdasarkan keuntungan, seperti pengusaha, dan pegawai yang bekerja di
perusahaan tidak berpengaruh dengan inflasi, dengan kata lain tidak dirugikan. Pengusah
tidak merasa dirugikan karena pada saat sebelum terjadinya inflasi, mereka
sudah memiliki persediaan barang yang siap dijua dalam jumlah yang besar.
Jadi, pernyataan “Apakah
inflasi selalu merugikan?” itu, tergantung dengan kondisi yang ada di negara
tersebut parah atau ringan. Jika inflasinya ringan, maka akan memberi damapk
positif bagi suatu negara karena akan meningkatkan pendapatan. Tapi jika
inflasinya parah, akan berdampak negatif karena dapat mengakibatkan berkurangnya
investasi di suatu negara dan pendapatan konsumen akan berkurang.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi dalam Perekonomian Suatu Negara
Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.
2. Suku Bunga
Suku bunga
merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian
besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman
turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman
modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.
3. Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat negara (nasional) dan
PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota
Pendapatan
nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli
masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau
daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per
kapita) maka akan makin menarik
negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.
4. Stabilitas politik dan keamanan
Stabilitas politik
dan keamanan penting bagi investor karena akan menjamin kelangsungan
investasinya untuk jangka panjang.
5. Faktor-faktor sosial budaya
Contoh faktor
sosial budaya ini misalnya selera masyarakat terhadap makanan. Orang Jawa
pedalaman misalnya lebih senang masakan yang manis rasanya, sementara
masyarakat Jawa pesisiran lebih senang masakan yang asin rasanya.
Kemiskinan
dan Garis Kemiskinan
Menurut Hall dan Midgley, kemiskinan adalah kondisi deprivasi materi dan sosial
yang menyebabkan individu hidup di bawah standar kehidupan yang layak. Sedangkan Garis kemiskinan adalah tingkat
minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk
memperoleh standar hidup yang
mencukupi di suatu negara.
Faktor
Penyebab Kemiskinan
- Laju Pertumbuhan
Penduduk
2.
Angka
Pengangguran Tinggi
3.
Tingkat
Pendidikan yang Rendah
4.
Bencana
Alam
5.
Distribusi
yang Tidak Merata
Dampak Kemiskinan
1.
Kriminalitas
Meningkat
2.
Angka
Kematian yang Tinggi
3.
Akses
Pendidikan Tertutup
4.
Pengangguran
Semakin Banyak
5. Munculnya
Konflik di Masyarakat
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar