Senin, 15 April 2019

Perekonomian Indonesia 4


Inflasi
Menurut Boediono
Inflasi adalah suatu kecenderungan mengenai harga-harga agar naik secara umum dan secara terus-menerus. Keadaan ketika harga dari satu atau beberapa barang naik, maka itu bukanlah dapat dikatakan sebagai inflasi. Namun, jika harga barang yang naik tersebut meluas dan menyebabkan naiknya sebagian besar dari barang-barang lainnya itulah yang dinamakan dengan inflasi.

Menurut Winardi

Menurut Winardi, pengertian inflasi adalah suatu periode pada masa tertentu, dimana terjadi penurunan kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan moneter. Inflasi dapat timbul apabila nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak dibandingkan atas jumlah barang atau pun jasa yang ditawarkan.
Revaluasi
Adalah meningkatnya nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi, maka pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil. Istilah revaluasi lebih sering dikaitkan dengan meningkatnya nilai uang suatu negara terhadap nilai mata uang asing. Revaluasi juga merujuk kepada kebijakan pemerintah.


Devisa Umum

Devisa umum merupakaan suatu devisa yang berasal dari sumber lain (selain kredit) dan dapat diperoleh tanpa adanya kewajiban untuk mengembalikannya. Contoh, ekspor, penyelenggaraan jasa serta juga penerimaan bunga modal.


Valuta Asing

Valuta asing merupakan mata uang yang diakui, digunakan, dipakai, dan juga diterima sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional. Valuta asing yang banyak dipakai biasanya merupakan mata uang suatu negara yang memiliki peranan ataupun kendali yang cukup besar dalam sistem perekonomian di seluruh dunia. Valuta asing merupakan bagian dari devisa suatu negara.


“Apakah Inflasi selalu merugikan?”

Menurut saya inflasi tidak selalu merugikan. Karena inflasi memiliki dampak positifnya juga. Tergantung dengan kondisi yang ada, parah atau tidak. Jika inflasi itu ringan, maka dapat memiliki pengaruh positif yang dapat mendorong perekonomian Indonesia menjadi lebih baik lagi. Seperti, dapat meningkatkan pendapatan, dan mendorong orang untuk berinvestasi dan menabung. Namun, ketika inflasi itu parah seperti, tidak terkendalinya keadaan perekonomian yang menjadi terus menerus dan perekonomian menjadi kacau.

Menurunnya pendapatan, dan uang menjadi tidak ada nilainya.
Untuk sebagian orang yang memiliki pendapatan tetap, inflasi akan berpengaruh/akan sangat merugikan. Karena dengan penghasilan yang tetap itu, mereka mendapatkan barang dan jasa lebih sedikit dari biasanya. Yang merasa dirugikan selain pengusaha adalah para konsumen. Karena konsumen harus membayar lebih mahal dan barang yang diperoleh akan menjadi lebih sedikit.  Tapi jika bagi orang yang memiliki pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti pengusaha, dan pegawai yang bekerja di perusahaan tidak berpengaruh dengan inflasi, dengan kata lain tidak dirugikan. Pengusah tidak merasa dirugikan karena pada saat sebelum terjadinya inflasi, mereka sudah memiliki persediaan barang yang siap dijua dalam jumlah yang besar.

Jadi, pernyataan “Apakah inflasi selalu merugikan?” itu, tergantung dengan kondisi yang ada di negara tersebut parah atau ringan. Jika inflasinya ringan, maka akan memberi damapk positif bagi suatu negara karena akan meningkatkan pendapatan. Tapi jika inflasinya parah, akan berdampak negatif karena dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara dan pendapatan konsumen akan berkurang.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi dalam Perekonomian Suatu Negara

1. Tingkat Inflasi

Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.

2. Suku Bunga

Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.

3. Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota

Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.

4. Stabilitas politik dan keamanan

Stabilitas politik dan keamanan penting bagi investor karena akan menjamin kelangsungan investasinya untuk jangka panjang.

5. Faktor-faktor sosial budaya

Contoh faktor sosial budaya ini misalnya selera masyarakat terhadap makanan. Orang Jawa pedalaman misalnya lebih senang masakan yang manis rasanya, sementara masyarakat Jawa pesisiran lebih senang masakan yang asin rasanya.

Kemiskinan dan Garis Kemiskinan

Menurut Hall dan Midgleykemiskinan adalah kondisi deprivasi materi dan sosial yang menyebabkan individu hidup di bawah standar kehidupan yang layak. Sedangkan Garis kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara.

Faktor Penyebab Kemiskinan

  1. Laju Pertumbuhan Penduduk

2.      Angka Pengangguran Tinggi

3.      Tingkat Pendidikan yang Rendah

4.      Bencana Alam

5.      Distribusi yang Tidak Merata

Dampak Kemiskinan

1.       Kriminalitas Meningkat

2.      Angka Kematian yang Tinggi

3.      Akses Pendidikan Tertutup

4.      Pengangguran Semakin Banyak

5.      Munculnya Konflik di Masyarakat

Perekonomian Indonesia 3


Perdagangan Internasional

Menurut Huala Adolf
Huala Adof mengungkapkan bahwa perdagangan Internasional ialah proses tukar-menukar yang berdasarkan atas kehendak dari masing-masing negara secara sukarela. Tujuan dari perdagangan tersebut ialah untuk memperoleh manfaat perdagangan yaitu menambah pendapatan negara.Perdagangan Internasional meliputi  transaksi jual-beli dengan negara lain.

MenurutAmir M.S
Menurut Amir M.S, perdagangan internasional lebih kompleks dan rumit jika dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri. Hal tersebut disebabkan karena adanya aturan batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat mengakibatkan perdagangan terhambat, Contohnya, dengan adanya tarif, bea dan kuota barang impor.


Pemasaran internasional

Pemasaran internasional merupakan penerapan konsep, prinsip, aktivitas, dan proses manajemen pemasaran dalam rangka penyaluran ide, barang atau jasa perusahaan kepada konsumen di berbagai Negara.


Bentuk-bentuk Hambatan yang Terjadi dalam Perdagangan Antar Negara

a.       Hambatan Tarif

Hambatan tarif (tariff barrier) adalah suatu kebijakan proteksionis terhadap barang-barang produksi dalam negeri dari ancaman membanjirnya barang-barang sejenis yang diimpor dari luar negeri. Tarif adalah hambatan perdagangan yang berupa penetapan pajak atas barang-barang impor atau barang-barang dagangan yang melintasi daerah pabean (custom area). Sementara itu, barang-barang yang masuk ke wilayah negara dikenakan bea masuk.  Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang.  Dengan pengenaan bea masuk yang besar, pendapatan negara akan meningkat sekaligus membatasi permintaan konsumen terhadap produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik.

Macam-macam Penentuan Tarif, yaitu:
  • Bea Ekspor (export duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju negara lain (di luar costum area).
  • Bea Transito (transit duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang melalui batas wilayah suatu negara dengan tujuan akhir barang tersebut negara lainn
  • Bea Impor (import duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang masuk dalam suatu negara (tom area).
b.      Hambatan Kuota

 

Kuota adalah bentuk hambatan perdagangan yang menentukan jumlah maksimum suatu jenis barang yang dapat diimpor dalam suatu periode tertentu. Sama halnya tarif, pengaruh diberlakukannya kuota mengakibatkan harga-harga barang impor menjadi tinggi karena jumlah barangnya terbatas. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya pembatasan jumlah barang impor sehingga menyebabkan biaya rata-rata untuk masing-masing barang meningkat. Dengan demikian, diberlakukannya kuota dapat melindungi barang-barang dalam negeri dari persaingan barang luar negeri.

Sama halnya dengan tarif, Kuota juga di bagi menjadi beberapa bagian, antara lain :
  • Absolute atau Unilateral Kuota adalah pembatasan yang hanya di lakukan  untuk negara sepihak, tidak  melalui persetujuan dengan negara lain.
  • Negotiated atau Bilateral Kuota adalah Kuota yang besar kecilnya ditentukan berdasarkan persetujuan dengan 2 negara atau lebih.
  • Tarif Kuota adalah gabungan antara tarif dan Kuota. Suatu barang yang dimasukkan ke dalam negeri melebihi jumlah yang telah ditargetkan, maka tarifnya akan menjadi lebih mahal.

c.       Hambatan Dumping

Dumping adalah pemberlakuan harga lebih rendah terhadap barang-barang ekspor yang dijual kepada negara pengimpor, dibandingkan dengan harga normal yang diberlakukan di pasaran domestik (negara pengekspor). Sedangkan barang dumping adalah barang yang diimpor dengan tingkat harga ekspor yang lebih rendah dari nilai normalnya di negara pengekspor.
Menurut Kamus Ekonomi (Inggris-Indonesia), dumping adalah suatu bentuk diskriminasi harga, di mana misalnya seorang produsen menjual pada dua pasar yang berbeda atau dengan harga-harga yang berbeda, karena adanya penghalang tertentu antara pasar-pasar tersebut dan terdapat elastisitas permintaan yang berbeda antara kedua pasar tersebut.

d.      Hambatan Embargo

Embargo perdagangan adalah larangan perdagangan dengan negara lain atau kelompok negara. Pembatasan ini dapat di ekspor dan / atau impor, dan dapat menjadi larangan total perdagangan atau terbatas pada produk tertentu.
Dalam perdagangan internasional, sebuah embargo adalah sanksi dimandatkan pemerintah yang membatasi perdagangan dengan wilayah asing. Embargo dapat membatasi impor, atau ekspor, atau keduanya.. Rasional untuk embargo adalah hukuman politik suatu negara.

Alasan Pemerintah Menerapkan Hambatan Perdagangan di Indonesia

Menurut saya, banyak sekali alasan pemerintah menerapkan hambatan perdagangan di indonesia. Dengan menerapkan hambatan perdagangan, maka bentuk kebijakan di suatu negara adalah dengan memberlakukan tarif bea masuk impor. Dengan kata lain, mengenakan biaya atau pajak untuk produk yang keluar masuk dalam suatu negara. Yang merupakan salah satu bentuk hambatan perdangan yaitu, hambatan tarif dan hambatan kuota. Hambatan tarif dan hambatan kuota di terapkan untuk melindungi industri dalam negeri yang sedang berkembang. Selain itu, hambatan tarif dan hambatan kuota di terapkan untuk  mempertahankan tingkat kemakmuran yang telah dirasakan oleh masyarakat suatu negara. 
Berkembangnya industri dalam negeri akan memberikan dampak positif bagi produsen dan konsumen dalam negeri. Jika ada barang/produk asing yang masuk ke Indonesia dan memiliki jenis yang sama dengan produk yang dijual di Indonesia, dikhawatirkan produk lokal akan mengalami persaingan dengan produk asing yang lebih murah dan produksi dalam negeri akan berkurang atau akan mengalami kebangkrutan. Jika kebangkrutan itu terjadi maka pekerja banyak yang akan di PHK karena berkurangnya minat konsumen lokal terhadap produk dalam negeri. Itulah alasan mengapa diberlakukan hambatan perdangan di Indonesia. selain untuk menjaga kemakmuran masyarakat indonesia, kebijakan itu juga dapat menjaga produk dalam negeri lebih dicintai masyarakat Indonesia dan dapat di ekspor keluar negri yang nantinya dapat menambah pemasukan negeri itu sendiri.

Alasan Pertumbuhan Penduduk Menjadi Salah Satu Permasalahan Ekonomi

Pertumbuhan penduduk menjadi salah satu permasalahan ekonomi terutama di negara berkembang dikarenakan dengan pertunbuhan ekonomi, dapat mempengaruhi masalah kependudukan yang lainnya. Pertumbuhan penduduk dapat berdampak negatif karena sebagian besar penduduk akan mengalami pendidikan rendah yang menyebabkan negara tersebut akan semakin tertinggal oleh negara lain. 
Pertumbuhan penduduk juga dapat menyebabkan kekurangan kebutuhan pokok seperti, tempat tinggal, pakaian, makanan dan kebutuhan pokok lainnya dikarenakan tidak meratanya pembagian kebutuhan pokok dari pemerintah. Sehingga masyarakat kalangan bawah yang akan mengalami kemiskinan dan kekurangan pangan. Untuk menangani masalah tersebut, maka diperlunya tanggung jawab dari semua masyarakat termasuk pemerintah pertumbuhan penduduk tidak menimbulkan banyak permasalahan seperti sekarang ini.


Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Prof. Simon Kuznet
Kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya, kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemajuan teknologinya dan penyesuaian kelembagaan dan ideologis yang diperlukan.

Menurut M. P. Todaro
Suatu proses yang mantap dimana kapasitas produksi dari suatu perekonomian meningkat sepanjang waktu untuk menghasilkan tingkat pendapatan nasional yang semakin besar.


Sifat Pertumbuhan Ekonomi dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya

Sifat-Sifat Pertumbuhan Ekonomi

 1.    Suatu proses

Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses, artinya pembangunan ekonomi itu berlangsung berlangsung secara terus-menerus bukan merupakan kegiatan yang sifatnya insidental ( tidak sengaja).

2.    Usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita

Dikatakan terjadi pembangunan ekonomi jika terjadi kenaikan dalam hal pendapatan per kapita, karena kenaikan pendapatan kenaikan per kapita itu  merupakan cerminan terjadinya kesejahteraan ekonomi masyarakat.

3.    Kenaikan pendapatan per kapita berlangsung dalam jangka panjang

Pendapatan per kapita secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun. Namun, hal tersebut bukan berarti bahwa pendaptan per kapita harus mengalami kenaikan secara terus-menerus, tetapi pada suatu waktu tertentu dapat turun, namun turunnya tidak terlalu besar.

4.    Kenaikan pendapatan per kapita diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi atau kelembagaan.

Maksudnya, dikatakan terjadi pembanguna ekonomi bukan saja berarti peningkatan pendapatan per kapita, namun kenaikan pendapatan per kapita juga harus diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi. Misalnya di sektor pertanian, yang dulunya pengolahan lahan dengan menggunakan tenaga hewan, sekarang berganti menggunakan traktor.


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk

Faktor Sumber Daya Manusia

Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

Faktor Sumber Daya Alam

Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

Sumber Daya Modal

Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.


Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.



DAFTAR PUSTAKA

Perekonomian Indonesia 2

Pengertian Sistem dan Sistem Ekonomi

Istilah “sistem” berasal dari perkataan “systema” (bahasa Yunani), yang dapat diartikan sebagai keseluruhan yang terdiri dari macam-macam bagian. Dengan kata lain, sistem adalah sekumpulan perangkat/komponen yang berada dalam kondisi yang sama, yang saling berhubungan satu dengan yang lain untuk mempermudah dalam pemberian informasi sehingga menjadi satu kesatuan yang berfungsi.
Sedangkan sistem ekonomi adalah sekumpulan elemen-elemen atau cara-cara yang dipakai suatu negara untuk menghadapi permasalahan ekonomi di negara tersebut untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Pentingnya Sistem Ekonomi Bagi Penyelenggaraan Pemerintahan Suatu Negara

Menurut saya, sistem ekonomi bagi penyelenggaraaan pemerintahan dalam suatu negara adalah sangat penting. Karena, sistem ekonomi merupakan cara yang dipakai dalam suatu negara untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi yang ada di negara tersebut. Dengan kata lain, sistem ekonomi merupakan cara-cara yang di gunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Karena, sistem ekonomi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan untuk meratakan pemerataan pendapatan dari berbagai golongan. Seperti mengatur pembagian hasil suatu produksi di seluruh anggota masyarakat agar dapat berlangsung sesuai harapan dan memastikan agar distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik. Setiap negara mempunyai sistem ekonomi yang berbeda-beda, sesuai dengan permasalahan yang dihadapi negara itu sendiri.


Sistem Ekonomi Dan Sistem Politik Dapat Diibaratkan Dua Sisi Mata Uang

Saya setuju dengan sistem ekonomi dan sistem politik dapat diibaratkan dua sisi mata uang. Karena dalam dunia nyata sistem ekonomi tidak terlepas dari sistem politik, kedua hal itu saling keterkaitkan. Sehingga tidak dapat dipisahkan atau dilepaskan. Dalam mempelajari ilmu ekonomi saja kita harus tahu sedikit-sedikit tentang hukum, politik, dan juga sosiologi. Setiap sistem politik sangat membutuhkan sistem ekonomi untuk mengatur dan mengurus semua urusan ekonomi atau keuangan dalam suatu politik. Jadi kita sebagai masyarakat khususnya saya sebagai mahasiswa harus bisa memperluas wawasan dan pandangan tentang segala aspek yang terkait dengan sistem ekonomi maupun sistem politik di Indonesia.
     
Nama Kelompok
1.      Devanya Khoirunisa
2.      Evania Nur Fatekah
3.      Rananda Dwiki Adriansyah



Daftar Pustaka

Bahasa Inggris Bisnis : 16 Sentence Active to be Passive

Evania menurunkan harga produksi untuk bersaing dengan kompetitor Evania lowers production prices to compute with competitors   Simp...